Download Aplikasi iJus Melon untuk Mendaftar

Dalam rangka meningkatkan peran serta Koperasi dan Usaha Mikro dalam memberdayakan potensi ekonomi masyarakat dan memberikan solusi ketika mengalami masalah permodalan, Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang mengadakan sosialisasi bertajuk Pembiayaan Koperasi Dan Usaha Mikro, Senin (18/9). Acara sosialisasi sendiri diadakan di Gedung Balaikota Semarang dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Litani Satyawati, Praktisi dari Universitas Unissula Semarang Sutopo dan diikuti sebanyak 150 peserta yang tersiri dari 25 koperasi dan 125 pelaku usaha mikro dari Kelurahan Pindrikan Kidul,, Kelurahan Pindrikan Lor, Kelurahan Pekunden, Kelurahan Randusari dan Kelurahan Barusari.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Litani Satyawati mengatakan bahwa serapan Kredit Wibawa posisi Januari sampai dengan September 2017 sebesar Rp. 2.989.500.000,- yang terbagi Rp.350.000.000,- untuk koperasi sebanyak 4 unit dan 2.639.500.000 untuk usaha mikro sebanyak 420 orang.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengatakan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran dan kontribusi penting dalam perekonomian di Indonesia. Terlebih terhadap Kota Semarang.

Jika dilihat dari volume usaha UMKM, Alhamdulillah selama lima tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan, di mana tahun 2012 (314 Milyar), 2013 (323 milyar), 2014 (340 Milyar), 2015 (379 Milyar) dan 2016 (726 Milyar)”, katanya.

Ita sapaan akrab Wakil Wali Kota juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus berupaya memberikan kemudahan perijinan bagi setiap koperasi dan pelaku usaha kecil, menengah maupun permodalan.

”Sementara kalau berbicara permodalan, Pemerintah Kota Semarang juga telah meluncurkan program inovasi yang namanya Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara), sebuah program pemberian pinjaman dengan bunga terendah di Indonesia (3% per tahun atau hanya 0,25% per bulan) tanpa agunan jika pinjamannya 5 juta rupiah dan jika koperasi maupun pelaku usaha kecil menengah melakukan pinjaman di atas lima juta kemudian mengangsur dengan tertib, maka dapat melakukan pinjaman lagi”, imbuhnya.
 
Ita berharap dengan sosialisasi ini, akan semakin banyak pelaku usaha kecil menengah dan juga koperasi di Kota Semarang yang memanfaatkan program kredit wibawa.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penyerahan Pencil Case Empat Pilar NKRI dari Kementerian Koperasi dan UKM RI kepada siswa sekolah di Kota Semarang yang diserahkan oleh Wakil Walikota Semarang

Tautan Situs Web









Layanan

Senin - Kamis:
09.0 s/d 14.00

Jumat:
09.00 s/d 11.00

Galeri Foto

Kunjungan Web

000818891
Hari iniHari ini231
KemarinKemarin393
Minggu iniMinggu ini624
Bulan iniBulan ini6176
TotalTotal818891
Anggota yang login 0
Tamu 27
Anggota 3