1. Pengembangan lingkungan usaha yang kondusif
    Hal ini bertujuan meningkatkan daya saing KUMKM, sehingga diperlukan strategi dan kebijakan redistribusi sumberdaya produktif, penumbuhan birokrasi pemerintah yang bersih dan efektif, pembangunan ekonomi makro dan pengembangan kemitraan.
  2. Peningkatan produktivitas dan daya saing KUMKM
    Rendahnya produktivitas dan daya saing KUMKM sebagai salah satu akibat keterbatasan akses kepada sumberdaya produktif, sehingga diperlukan kebijakan tentang peningkatan akses pembiayaan usaha, peningkatan penguasaan pasar, penguasaan tehnologi dan pengembangan sentra bisnis bagi KUMKM. Apabila kondisi seperti ini dapat terlaksana maka akan terbuka kesempatan berusaha dan tercipta lapangan kerja.
  3. Pengembangan kelembagaan koperasi sesuai dengan jati diri koperasi.
    Pengembangan kelembagaan koperasi sejati merupakan salah satu wahana untuk mewujudkan adanya demokrasi di Indonesia, yang dapat dilakukan dengan memberikan Badan Hukum Koperasi, pemberiaan bimbingan dan kemudahan kepada koperasi, serta perlindungan publik terhadap usaha koperasi.
  4. Pengembangan sinergi dan partisipasi masyarakat dalam pembengunan KUMKM.
    Sinergi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan ekonomi merupakan dari demokrasi ekonomi. Pemberdayaan KUMKM akan lebih berhasil jika terjadi sinergi antara instansi pembina, selain itu perlu adanya pengembangan kelembagaan UKM yang berupa Asosiasi dan Organisasi Profesi.

Tautan Situs Web









Layanan

Senin - Kamis:
09.0 s/d 14.00

Jumat:
09.00 s/d 11.00

Galeri Foto

Kunjungan Web

000789036
Hari iniHari ini464
KemarinKemarin879
Minggu iniMinggu ini1343
Bulan iniBulan ini13871
TotalTotal789036
Anggota yang login 0
Tamu 75
Anggota 3